Press Release: single “Tersesat Di Antariksa

Print

Morfem melepas single terbaru pada perayaan Record Store Day tanggal 18 April 2015 nanti. Single yang diberi judul “Tersesat Di Antariksa” ini akan dilepas dalam format kaset dalam jumlah terbatas. Kaset single Tersesat Di Antariksa di rilis oleh Demajors Records, pada sisi-B kaset ini diisi sebuah cover version lagu Rumahsakit berjudul Kuning. Lagu Tersesat Di Antariksa di tulis oleh Pandu Fuzztoni dengan lirik khas ala Jimi Multhazam. Lagu ini bercerita tentang dua orang yang dengan nyamannya terasing pada sebuah situasi. Dengan komposisi yang sederhana dan lirik yang catchy lagu ini menjadi anthem terbaru di tiap pentas Morfem.

pandji-dharma-morfem

Proses rekaman single Tersesat Di Antariksa sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2013. Namun pengerjaannya sempat tertunda oleh rilisnya Sneakerfuzz EP. Pada versi kaset single ini proses mixing dan mastering dipercayakan kepada engineer muda bernama Pandji Dharma, yang lebih dulu sukses menggarap album Animalism dan Sirati Dharma.

ilustrasi-morfem-marishka-soekarna-photo

Artwork single ini digarap oleh seniman perempuan yang sedang menjadi perbincangan hangat skena seni rupa, Marishka Soekarna. Proyek artwork Tersesat Di Antariksa merupakan bagian dari #ilustrasiMorfem. Sebuah proyek kesenian yang melibatkan beberapa seniman/illustrator untuk mengintepretasikan lirik-lirik baru Morfem. Kelak beberapa artwork ini akan dimuat dalam kemasan album penuh Morfem yang akan di lepas pertengahan tahun ini.

IMG_2727 (2)

Morfem (dari kiri ke kanan) :
Yusak Anugerah: Bass, Jimi Multhazam: Vokal, Pandu Fuzztoni: Gitar, Freddie A Warnerrin: Drum

Ilustrasi Morfem : Marishka Soekarna – Tersesat Di Antariksa

Tersesat Di Antariksa

ilustrasi-morfem-tersesat-di-antariksa-marishka-lores

Musik: pandu Fuzztoni
Lirik: Jimi Multhazam
Artwork: Marishka Soekarna

Kuberada di kepul waktu
Terhempas ombak
Menyembul haru
Tumbang raga bangkit mengayuh
Melepas ronta
Kibul kupaku

Tersesat ku di antariksa
Tersesat ku di antariksa
Tersesat ku tersesat denganmu

Kubelalak si tawa palsu
Merampas rona Memukul biru
Ambang batas sakit berpeluh
Meretas rasa
Asal denganmu

Tersesat ku di antariksa
Tersesat ku di antariksa
Tersesat ku tersesat denganmu

ilustrasi-morfem-marishka-soekarna-photo

Marishka Soekarna
Seorang seniman kontemporer lulusan Seni Grafis ITB 2007. Sempat menjadi gitaris band perempuan Boys Are Toys dan merilis satu album. Selulusnya dari ITB Marishka kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kecintaannya pada seni visual dengan bekerja sebagai pekerja seni. Dari agency iklan, production house, desainer grafis sebuah majalah dan illustrator independent sudah di jalaninya. Saat ini Marishka lebih menemukan kenyamanannya sebagai Illustrator Independent dan menjalankan produk tas wanita nyentriknya bernama UGLY bersama dua sahabatnya.

Ruang yang nyaman menjadi tantangan buat Marishka untukterus berkembang dan bereksplorasi.Bekerja di rumah menjadi pilihan karirnya untuk bisa lebih banyakwaktu berkarya sambil bermain bersama anak-anaknya.Bagi Marishka menggambar merupakan kebiasaan yang selayaknya di sikapi sebagai rutinitas sehari-hari. Marishka telah terlibat dalam berbagai macam pameran, terakhir terlibat dalam pameran group Medium Of Living (2015) di Edwin’s Gallery. Untuk lebih tau tentang karya-karya Marishka Soenarya lainnya bisa follow Instagram @drawmama atau meluncur ke blog pribadinya http://marishkasoekarna.blogspot.com/

Ilustrasi Morfem

Dalam rangka menyelesaikan album ke 3. Morfem mengajak para seniman untuk ikutan menggarap ilustrasi lirik lagu baru Morfem. Yang nantinya ilustrasi ini akan tercantum dalam sleeve art album ketiga, bersanding di sebelah lembaran lirik lagu.

twitpic-ilustrasi-morfem-blog

Konsepnya Morfem akan mengirim lirik yang telah rampung ditulis ke seniman yang kita undang. Lalu mereka menafsirkan lirik tersebut (tanpa mendengarkan musiknya) kedalam bentuk gambar. Nantinya ilustrasi ini akan menjadi artwork resmi single di album terbaru Morfem.

Beberapa seniman yang telah bergabung menggarap ilustrasi lirik Morfem adalah..
Marishka Soekarna / Tersesat Di Antariksa
Aprilia Apsari (Sari WSATCC) / Roman Underground
Henry Foundation / Memento
Ricky Malau / Audisi Sebuah Opera
Farid Stevi / Jungkir Balik

5 lagu lagi masih dalam pencarian seniman yang pas. Kalau lo mau ikutan terlibat dalam proyek ini juga bisa. Kirim saja contoh karya yang pernah dibuat ke morfem.info@gmail.com. Nanti kami akan mengirimkan lirik yang belum di garap ilustrasinya. Ikuti update proyek ini dengan mencari hashtag #ilustrasiMorfem di instagram. Atau pantengin terus blog resmi kita ini.

Terimakasih 🙂

Lika-liku cerita dibalik video Rayakan Pemenang

Video ini merupakan kolaborasi final dengan Converse. Mulai 2015 perjanjian kerjasama Morfem dan Converse telah berakhir. Terimakasih banyak untuk Converse yang telah mendukung pergerakan Morfem sepanjang tahun 2014 silam. Sebuah kolaborasi yang apik. Banyak cerita menarik dibalik pembuatan single pertama Sneakerfuzz ini.

Lagu Rayakan Pemenang adalah lagu terakhir yang di ciptakan Pandu Fuzztoni sebelum sesi rekaman Sneakerfuzz di mulai. Dimenit terakhir sesi latihan pra-rekaman lagu ini di mainkan. Pada awalnya Pandu kurang yakin dengan kekuatan lagu ini. Bahkan awalnya lagu ini tidak di jagokan untuk menjadi single pertama.

Pada sesi rekaman Pandu Fuzztoni menunjukkan Freddie A Warnerin bagaimana memainkan drum lagu ini, sebelum Freddie mulai take. Kemudian Freddie memainkan lagu ini versi dia sendiri dalam sesi rekaman.

Pada saat rekaman Yanu Fuadi juga belum tau lagu ini akan dimainkan seperti apa. Pandu Fuzztoni memainkan bass sebagai guideline. Tapi akhirnya bagian itulah yang dijadikan track bass oleh Morfem. Yang artinya Pandu Fuzztonilah yang memainkan track bass pada lagu ini.

Lagu ini awalnya berjudul sementara Tomorrow. Lirik pada bagian reff awalnya menggunakan broken English yang berbunyi ..and I can’t wait to see you, until tomorrow. Lalu Jimi mengubahnya menjadi …kami menunggu dirimu untuk rayakan.

Nada bernyanyi lagu ini di ciptakan Pandu Fuzztoni. Tidak ada yang di rubah secara susunannya. Jimi merasa tertantang untuk menyanyikan versi ini yang berada diluar kebiasaannya membuat nada nyanyian.

Lirik lagu Rayakan Pemenang di tulis dalam taxi di tengah kemacetan menuju rekaman vokal. Lirik lagu ini di dapatkan di jalan Radio Dalam sebelum sampai ke Sinjitos Records di daerah Bungur, Jakarta Selatan. Kemacetan memakan waktu hampir satu jam. Sesampainya di studio, vokal langsung di rekam sambil berlatih di tempat.

Bait demi bait lirik ini tercipta ketika fikiran Jimi sedang dalam urutan acak dan tiba-tiba teringat akan sepak terjang seorang seniman kontemporer bernama Reza Afisina. Lalu lagu ini di gubah dengan tema yang lebih universal.

Lagu ini bercerita tentang suasana sekelompok pertemanan yang sedang menghabiskan malam di jalan, menjelang kepergian kawannya ke benua lain. Dimana mereka berjanji akan merayakan kepulangan kembali kawannya kelak. Sebagai seorang pemenang.

surya penny

Henry Foundation dari Goodnight Electriclah yang memperkenalkan Jimi dengan sutradara video ini, Surya Adi. Saat itu Surya bercerita ke Henry tentang niatnya untuk berkarya membuat sebuah video musik. Surya adalah seorang director dari Barde Films. Di sela rutinitasnya membuat video komersil, dia selalu menyempatkan diri bermain-main, berkarya membuat video musik yang dia suka. Lalu Henry Foundation menginformasikan jika Morfem akan melepas sebuah single baru.

Gayung bersambut, Surya Adi menyukai versi raw edit lagu Rayakan Pemenang. Lalu di pertemuan Jimi dan Surya Adi, di putarlah beberapa video musik garapan Surya Adi. Salah satunya adalah video Kunto Aji, Terlalu Lama Asik Sendiri. Video Deftones / Minerva adalah acuan pertama Surya dalam teknik camera slow motion yang akan di garap nanti.

Di pertemuan berikut team Barde Films mengajukan storyline yang lebih simbolis dalam menginterpretasi lirik Rayakan Pemenang. Tokoh utama di jadikan perempuan. Akhirnya Jimi mencetuskan ide untuk di buat sebuah viral untuk mencari model yang pas untuk memerankan tokoh ini. Barde Films. Untuk mempersingkat kategori yang kami cari tercetuslah nama gadis pelari ;p

IMG_20150303_195529

Dalam team Barde Films ternyata ada dua personil band Melodic Punk Semarang bernama Sextoy. Yaitu Surya Adi (Bass, Vocal) dan Yusak Anugerah (Drums). Surya Adi menjadi sutradara di video ini. Yusak Anugrah menjabat sebagai salah satu juru cameranya.

lare morfem bts

Setelah audisi model klip di gelar, terpilihlah Laressa Amaly untuk memerankan tokoh dalam video klip Rayakan Pemenang. FYI Laressa Amaly pernah ikutan marathon sejauh 40km wwwwooooouwww…

yanu

Menjelang shooting video Rayakan Pemenang, Yanu Fuadi menyatakan mundur dari Morfem karena alasan pekerjaan.

yusak

Untuk keperluan gambar, akhirnya Yusak menjadi pemeran pengganti Yanu di video Rayakan Pemenang. Alasannya cukup sederhana, postur Yusak Agak Mirip dengan Yanu ha ha ha.

farhan speak up

Usai shooting video Rayakan Pemenang, Morfem dapat job manggung dari Converse di Pfest. Cukup kalang kabut karena blm punya bassist pengganti. Akhirnya kita mengambil keputusan cepat untuk meminjam bassist Speak Up, Farhan, untuk jadi additional player.

Dikarenakan harus menjaga ibunya di rumahsakit Farhan akhirnya tidak bisa ikut latihan. Sedangkan Morfem sudah standby di studio dan keesokannya acara Pfest sudah di mulai. Akhirnya Morfem sepakat untuk mengajak Yusak Anugrah untuk menggantikan Farhan.

Dialog telephone Jimi mengajak Yusak Anugrah cukup unik

Jimi: “Sak, lo jadi ke Semarang gak?”

Yusak: “Gak jadi Jim”

Jimi: “ Kalo besok lo ngisi Bass Morfem di Pfest mau gak?”

Yusak: “Mau, kapan latihan?”

Jimi: “Sekarang!!!!! Kita udah di studio sekarang”

Yusak: “Oke, gue habisin nasi goreng gue dulu. Baru kesana”

Jimi: “Oke gue tunggu my friend :p”

Akhirnya malam itu Yusak berlatih bersama Morfem. Lagu Rayakan Pemenang sukses di mainkan oleh Yusak. Sisanya kulik di tempat.

morfem-p!fest-joansyah-2

Besok paginya Morfem berlatih semua setlist ketika soundcheck Pfest di panggung Converse Gandaria City. Malamnya Yusak sempet sedikit shock melihat ramainya penonton didepan panggung. Namun malam itu Yusak Anugrah membuktikan kalau dia pantas untuk menyandang additional bassist Morfem.

morfem-p!fest-joansyah

Panggung berikutnya adalah acara The Beat di Fez Dungeon Kemang. Formasi ini sukses kembali menghangatkan suasana. Beberapa hari setelah pentas di Fez Dungeon Yusak resmi menjadi bassist tetap Morfem menggantika Yanu Fuadi.

Dan drama video Rayakan Pemenang ini akhirnya mempertemukan formasi teranyar Morfem. Jimi Multhazam (vokal), Pandu Fuzztoni (gitar), Freddie Alexander Warnerrin (drums) dan Yusak Anugrah (bass).

morfem-2015-1-hires

Semoga formasi ini menjadi solid abadi nan jaya, hidup Morfem!!!

Morfem segera merilis Video Rayakan Pemenang

Ekslusif: Video akan di tayangkan perdana di Hai Online

rayakan-pemenang

 

Video ini di kerjakan penuh suka dan sedikiiit sekali duka. Semua cerita di rangkum oleh Zaki dari Hai. Dan kita bisa mengikuti ceritanya di Hai Online. Hari jumat  27 Februari 2015 video Rayakan Pemenang akan ditayangkan. Dan bebas kita nikmati di dunia maya.

Video Rayakan Pemenang adalah kolaborasi MORFEM dengan BARDEfilms dan CONVERSE Indonesia. Disutradarai Surya Adi dengan Director Of Photography Yusak Anugrah, yang kelak menjadi Bassist tetap Morfem berikutnya 🙂

Catatan Rekaman: melanjutkan rekaman yang tertunda

Hari pertama 16 Januari 2015

Sebenarnya Morfem telah memulai rekaman album ketiga bulan Juli 2013. Waktu itu bertepatan bulan puasa. Track drum, bass dan gitar telah rampung sebagian. Dan album ini tertunda karena kami tiba-tiba memenangkan Converse Get Loud dan dapat hadiah merilis mini album. Karena kami tidak mau mengganggu materi album ketiga. Akhirnya kami putuskan merekam materi-materi tabungan untuk album ke empat. Dan album ke tiga ini baru dapat di lanjutkan lagi di awal tahun 2015 ini. Gile bener :p

Rekaman hari ini di mulai dengan take gitar untuk lagu B-Side album. Sebuah lagu cover version yang sering kami bawakan di panggung. Terjadi perkembangan selera dari Pandu Fuzztoni dalam menggarap gitar lagu ini. Ketika take pertama tahun 2013 silam, Pandu sedang menggali sound-sound 90an seperti Mudhoney (Superfuzz Big Muff), Nirvana (In Utero), Weezer (Blue Album), dan beberapa band Shoegaze seperti My Bloody Valentine, Ride dlsb. Jadi di rekaman pertama tahun 2013 Pandu banyak memakai gitar Fender Jazzmaster, Radix Zeta (bore up) dan Fender Frontman Amps Combo. Sedang di rekaman awal tahun 2015 Pandu banyak mendengarkan rilisan-rilisan baru seperti Tony Molina dan lain-lain. Mungkin ini yang menjadi pertimbangannya memilih Gibson Les Paul Standard. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah pemilihan ampsnya yang berbeda. Baru pertama kali gue liat Pandu memilih Laney GH50L dan Mesa/Boogie Dual Rectifire. Wow pilihan lebih modern untuk lagu B-Side ini. Kalau gue perhatikan bahasa tubuhnya, cara menyandang gitarnyapun agak berbeda. Tapi jangan takut, bunyi fuzzing khas Pandu masih tetap terdengar dalam balutan sound modern ini. Total ada 4 amps yang di pakai Pandu untuk lagu cover version ini. Laney GH50l, Mesa/Boogie Dual Rectifire, Marshal MK II untuk lead. Dan Hughes and Kettner TM18 untuk bagian clean. Sound seorang gitaris memang terletak di “tangan”nya. Sadis!

Dua jam terakhir gue pakai untuk take vokal. Lagu ini sudah cukup lama gue persiapkan. Memang gue gak bermaksud menyaingi bentuk asli lagu ini (karena hal itu memang gak mungkin terjadi). Dan gue juga memaksimalkan kemampuan gue dalam membawakannya. Di pilihnya lagu ini dari sisi gue karena liriknya yang puitis. Dan secara kebetulan chordnya juga asoy (hal ini jarang menjadi pertimbangan gue). Dan ketika di rekam oleh Morfem dan gue dengar di ruang mixer, lagu ini jadi lebih brengsek. Yah semoga perizinan menggunakan lagu ini lancar dan track ini bisa masuk ke rilisan fisik kami. Oh yha lagunya…ah elo juga tau gue rasa :p

Rekaman pertama di tahun 2013 kami di tangani oleh Wahyu HW. Soundman favorit yang juga ikut bertanggung jawab atas kerennya sound Morfem di panggung #Tsaaah. Untuk take vokal dan gitar di tanggal 16 Januari ini di tangani oleh Risto (Mike’s, WSATCC).

Secara keseluruhan sumber suara yg di rekam sudah bagus. Sepertinya kami gak perlu plug-in macam-macam untuk memperkeren suara alat musiknya. Maunya sih album ini lebih telanjang dan kasar bunyinya. Sedaaaaffff!!!

(JM)

Baca juga:
Catatan Silam: take Drum Juni 2013

Catatan Silam: Rekam Drum Juni 2013

Pada tahun 2013 Freddie menemukan gaya bermain drumnya yang baru. Minimalis. Cymbal di kurangi, bahkan tom-tom di hilangkan. Dan power andalannya semakin edan di kuping gue. Bukan itu saja Freddie juga bereksperimen dengan membuat snare yang sesuai dengan karakter pukulan kerasnya. Di buatlah Fat Snare signature ala Freddie, dengan tinggi Snare dan lapisan kayu hingga 8. Bunyinya jadi terdengar berat. Tapi sayangnya Freddiepunya kick dan floor yang sesuai dengan keinginannya. Nah ini yang harus gue cari sebelum rekaman di mulai.

Jujur untuk urusan bunyi kick drum, gue jatuh cinta dengan bunyi kick drum dari album Netral ke 3 atau bentuk modernnya seperti yang dihasilkan Crash And The Boys di album soundtrack Scott Pilgrim. Sejak album kedua gue berusaha banget ngejar bunyi itu. Sampai pakai kick drum besar 24 inch. Bela-belain di buka pula kulit depannya. Dan hasilnya ternyata bunyinya jauh dari keinginan gue. Ketika ide ini gue diskusikan dengan Freddie, dia menyambut dengan antusias. Oke jadi ini adalah PR pertama Morfem sebelum merekam track drum

Pada suatu saat akhirnya gue ketemu Bimo eks Netral. Langsung gue Tanya rumus album ke 3 nya. Ternyata dia memakai kick dengan diameter yg lebih kecil. Dan drum yg dia pakai buat rekaman waktu itu udah di jual ke Pepeng Naif. Wah, enak nih minjemnya, sama kawan kampus sendiri.

freddie-take-drum-morfem

Akhirnya gue hubungi Pepeng. Ternyata drum itu sudah dua tahun ngejogrok di gudangnya Tika (Dissident). Tanpa pikir panjang akhirnya gue hubungi Tika dan akhirnya bisa gue dapatkan drum impian buat rekaman. Alhamdulillah.

Akhirnya set drum impian kesampaian. Drum ini adalah eks Netral MK I. Penampilannya bisa di lihat di klip Pucat Sedih Serang. Dengan di padu padan dengan snare seri khusus Freddie dari Fat Snare, tampilannya jadi seperti ini..

freddie-drum-set-morfem

Di album ketiga ini Freddie juga mulai menyederhanakan set drumnya. Tanpa Tom-tom dan tambahan cymbal lebih sederhana.

drum-miking-morfem

Perhatikan set mic drumnya. Akal-akalan memang , tapi hasilnya cukup maksimal untuk Drum Premiere pinjeman plus Snare Freddie dan pukulan dia yang kerasnya bukan main itu.

ruang-mixer-take-drum-morfem

Proses rekaman ini di tangani Wahyu HW. Soundman favorit Morfem yang paling tau banget apa yang kita mau hehe. Thankyou Wis 🙂

freddie-nyengir-morfem

Gimana hasil take saat itu? Semuanya bisa di lihat dari ekspresi wajah drummer kita hehe. Setelah set Drum ini di posting Freddie di sosmednya, Pepeng Naif tiba-tiba jadi kangen oleh drum yg terlupakan ini. Di jemputlah drum ini seminggu kemudian. Yah gak jadi HM deh :p Tapi sempat kita bawa main di Kickfest Bandung 2013. Keren emang!

(JM)